Skip to content
Open
Show file tree
Hide file tree
Changes from all commits
Commits
File filter

Filter by extension

Filter by extension

Conversations
Failed to load comments.
Loading
Jump to
Jump to file
Failed to load files.
Loading
Diff view
Diff view
10 changes: 5 additions & 5 deletions _config.yml
Original file line number Diff line number Diff line change
Expand Up @@ -9,12 +9,12 @@ exclude:
- "/vendor/"

# Site settings
title: Centrarium
subtitle: "A simple yet classy theme for your Jekyll website or blog"
email: blcentra@gmail.com
name: Ben Centra
title: Alif Mursalin
subtitle: "Praktikum Sistem Paralel dan Terdistribusi"
email: alifmursalin99@gmail.com
name: alifmursalin
description: >
A simple yet classy theme for your Jekyll website or blog.
Praktikum Sistem Paralel dan Terdistribusi .
# Base URL of site (i.e. /blog). It should always start with a slash,
# and never end with a slash. Set it to a blank value if hosting at the
# root of your server.
Expand Down
67 changes: 56 additions & 11 deletions _posts/2015-04-18-dummy.md
Original file line number Diff line number Diff line change
@@ -1,16 +1,61 @@
---
layout: post
title: "Dummy Post"
date: 2015-04-18T14:25:52-05:00
author: Ben Centra
categories: Dummy
title: "PENGENALAN MIKROTIK (LAPORAN 1)"
date: 2024-09-05
author: Alif Mursalin
categories: Laporan
---

This is just a dummy post. Lorem ipsum and all the rest.
Laporan I Praktikum Sistem Paralel dan Terdistribusi
Pengenalan Mikrotik
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Paralel dan Terdistribusi

Oleh:
Alif Mursalin
2208001010002

PROGRAM STUDI DIII MANAJEMEN INFORMATIKA
JURUSAN INFORMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BANDA ACEH, SEPTEMBER 2024

Pembahasan
1. Mikrotik
MikroTik adalah perusahaan yang berasal dari Latvia yang mengembangkan perangkat keras dan perangkat lunak untuk jaringan komputer. Mereka terkenal dengan sistem operasi RouterOS, yang digunakan pada router dan perangkat jaringan untuk mengelola trafik, firewall, VPN, dan banyak fitur jaringan lainnya. MikroTik juga memproduksi berbagai perangkat keras seperti router, switch, dan akses poin, yang banyak digunakan di ISP, perusahaan, dan jaringan pribadi. Produk-produk MikroTik dikenal karena harganya yang kompetitif dan kemampuannya yang kuat dalam pengelolaan jaringan.

Jenis-Jenis Mikrotik
Router: RB Series, hAP Series
Switch: CSS Series, CRS Series
Access Point: cAP Series, wAP Series
Point-to-Point dan Point-to-Multipoint: mANT Series, SXT Series
MikroTik Cloud Solutions: RouterOS, The Dude
Perangkat Khusus: CAPsMAN, Netinstall
Fungsi Mikrotik
Routing, Firewall, VPN, Bandwidth Management, Hotspot, Dynamic DNS
Wireless Networking, Network Monitoring, Load Balancing
Kelebihan MikroTik
Biaya Efisien, Fleksibilitas, Kustomisasi, Dukungan Komunitas, Fitur Lengkap, Mudah Dikelola, Skalabilitas
Kekurangan MikroTik
Kurva Belajar, Dukungan Resmi, Stabilitas, Performa, Fitur yang Rumit
2. Beberapa Tipe Lab Mikrotik
Lab Dasar: Pengaturan IP, DHCP, dan NAT
Lab Jaringan Nirkabel: Konfigurasi jaringan Wi-Fi dan keamanan
Lab VPN: Membangun koneksi VPN dengan PPTP, L2TP, OpenVPN
Lab Firewall dan Keamanan: Pengaturan aturan firewall dan perlindungan serangan
Lab Bandwidth Management: Mengatur dan menguji manajemen bandwidth
Lab Hotspot: Sistem hotspot untuk pengelolaan akses internet publik
Lab Routing dan Switching: Protokol routing dan pengaturan switch
Lab Monitoring dan Manajemen: Menggunakan The Dude untuk memantau jaringan
3. Konfigurasi MikroTik
Konfigurasi adalah proses pengaturan perangkat atau sistem untuk memastikan bahwa mereka berfungsi sesuai kebutuhan. Beberapa contoh konfigurasi MikroTik meliputi pengaturan alamat IP, DHCP server, NAT, firewall, hotspot, VPN, dan manajemen bandwidth.

4. Pengertian Winbox
Winbox adalah aplikasi manajemen grafis yang digunakan untuk mengkonfigurasi perangkat MikroTik. Dengan Winbox, pengguna dapat melakukan berbagai pengaturan seperti IP, firewall, routing, serta monitoring jaringan secara real-time. Aplikasi ini sangat memudahkan administrator jaringan untuk mengelola perangkat MikroTik mereka.

Fungsi Winbox
Konfigurasi jaringan, manajemen firewall, routing, pengaturan wireless, monitoring, backup dan restore, manajemen user, scripting
Fitur Winbox
Antarmuka grafis, Quick Set, File Transfer, Monitoring Real-time, Tool Diagnostik, User Management, Backup dan Restore, Scripting, VPN Configuration, Wireless Configuration
© 2024 Universitas Syiah Kuala

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod
tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,
quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo
consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse
cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non
proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.
67 changes: 56 additions & 11 deletions _posts/2015-04-18-dummy2.md
Original file line number Diff line number Diff line change
@@ -1,16 +1,61 @@
---
layout: post
title: "Dummy Post 2"
date: 2015-04-18T14:25:52-05:00
author: Ben Centra
categories: Dummy
title: "KONFIGURASI IP ADDRESS MENGGUNAKAN MIKROTIK (LAPORAN 2)"
date: 2024-09-10
author: Alif Mursalin
categories: Laporan
---
KONFIGURASI IP ADDRESS MENGGUNAKAN MIKROTIK
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Sistem Paralel dan Terdistribusi
Oleh:
ALIF MURSALIN
(2208001010002)

PROGRAM STUDI DIII MANAJEMEN INFORMATIKA
JURUSAN INFORMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BANDA ACEH, SEPTEMBER 2024
PEMBAHASAN
1. IP Address
IP Address (Internet Protocol Address) adalah sebuah alamat unik yang digunakan untuk mengidentifikasi perangkat dalam jaringan komputer atau internet. Setiap perangkat yang terhubung ke internet, seperti komputer, ponsel, atau server, memiliki IP Address agar dapat saling berkomunikasi dan bertukar data.

2. Jenis-Jenis IP Address
IPv4 (Internet Protocol version 4): Menggunakan format angka desimal yang dipisahkan oleh titik, misalnya 192.168.0.1. IPv4 terdiri dari empat kelompok angka (masing-masing 8 bit), dengan total 32 bit, sehingga menghasilkan sekitar 4,3 miliar alamat unik.
IPv6 (Internet Protocol version 6): Menggunakan format yang lebih panjang, yang terdiri dari angka dan huruf heksadesimal yang dipisahkan oleh tanda titik dua, misalnya 2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334. IPv6 menggunakan 128 bit, sehingga mampu menyediakan jumlah alamat yang jauh lebih banyak dibandingkan IPv4.
3. IP Address dibagi menjadi dua kategori:
Public IP Address: Alamat yang digunakan untuk mengidentifikasi perangkat yang dapat diakses melalui internet.
Private IP Address: Alamat yang digunakan untuk mengidentifikasi perangkat di dalam jaringan lokal (misalnya, dalam rumah atau kantor).
4. Class IP Address
Class A:
Rentang IP Address: 1.0.0.0 hingga 126.0.0.0
Subnet Mask Default: 255.0.0.0
Jumlah Host: 16.777.214 alamat IP per jaringan
Karakteristik: Class A digunakan untuk jaringan besar dengan banyak perangkat. Octet pertama berkisar dari 1 hingga 126.
Contoh IP Address: 10.0.0.1 dengan subnet mask 255.0.0.0.
Class B:
Rentang IP Address: 128.0.0.0 hingga 191.255.0.0
Subnet Mask Default: 255.255.0.0
Jumlah Host: 65.534 alamat IP per jaringan
Karakteristik: Class B digunakan untuk jaringan menengah hingga besar. Octet pertama berkisar dari 128 hingga 191.
Contoh IP Address: 172.16.0.1 dengan subnet mask 255.255.0.0.
Class C:
Rentang IP Address: 192.0.0.0 hingga 223.255.255.0
Subnet Mask Default: 255.255.255.0
Jumlah Host: 254 alamat IP per jaringan
Karakteristik: Class C digunakan untuk jaringan kecil dengan perangkat terbatas. Octet pertama berkisar dari 192 hingga 223.
Contoh IP Address: 192.168.1.1 dengan subnet mask 255.255.255.0.
5. Konfigurasi IP Address melalui Winbox
Hal yang pertama dilakukan yaitu menghidupkan mikrotiknya dengan menancapkan kabel power ke sumber listrik.
Pasang kabel LAN (RJ45) pada Ether1 dan ujung kabel LAN satunya lagi ke sumber internet (ISP).
Kemudian pasang kabel LAN lagi untuk menghubungkan ke perangkat PC/Laptop Client dengan menancapkan kabel LAN ke Ether2 dan sambung ke PC/Laptop Client.

- Lalu masuk ke aplikasi Winbox dan setting IP Address dengan cara masuk ke menu
IP > Address.

- Isi kolom Address sesuai IP yang diinginkan dan arahkan pada interface yang ingin dikonfigurasi.

- Setelah mengisi IP Address dan memilih interface klik Apply > OK.

This is just a dummy post. Lorem ipsum and all the rest.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod
tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,
quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo
consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse
cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non
proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.
60 changes: 49 additions & 11 deletions _posts/2015-04-18-dummy3.md
Original file line number Diff line number Diff line change
@@ -1,16 +1,54 @@
---
layout: post
title: "Dummy Post 3"
date: 2015-04-18T14:25:52-05:00
author: Ben Centra
categories: Dummy
title: "LANGKAH - LANGKAH UPLOAD WEBSITE KE GITHUB PAGE (LAPORAN 3)"
date: 2024-09-15
author: Alif Mursalin
categories: Laporan
---

This is just a dummy post. Lorem ipsum and all the rest.
Langkah-langkah Upload Website ke GitHub Pages

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod
tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,
quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo
consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse
cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non
proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.
A. Buat Akun GitHub
Jika Anda belum memiliki akun GitHub, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat akun. Kunjungi situs GitHub dan klik tombol "Sign up" yang biasanya terletak di bagian atas halaman. Anda akan diminta untuk mengisi informasi yang diperlukan, seperti nama pengguna yang unik, alamat email yang valid, dan kata sandi yang aman. Setelah mengisi semua informasi yang diperlukan, ikuti instruksi di layar untuk menyelesaikan proses pendaftaran. Setelah akun Anda berhasil dibuat, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk membuat, mengelola, dan mengatur repository.

B. Siapkan Repository di GitHub
1. Masuk ke Akun GitHub Anda
Kunjungi GitHub dan masukkan kredensial akun Anda untuk login. Pastikan bahwa Anda sudah berhasil masuk sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.
2. Klik Tombol New Repository
Setelah masuk, Anda akan diarahkan ke halaman dashboard. Di sini, cari dan klik tombol "New" yang terletak di bagian kanan atas halaman. Tombol ini biasanya terlihat mencolok dan akan membawa Anda ke halaman pembuatan repository baru.
3. Isi Nama Repository
Berikan nama unik dan deskriptif untuk repository Anda. Nama ini akan menjadi bagian dari URL website Anda, jadi pastikan mudah diingat dan relevan. Deskripsi repository bersifat opsional, namun disarankan untuk memberikan informasi singkat tentang konten atau tujuan dari repository. Pastikan untuk memilih opsi "Public" agar website dapat diakses oleh semua orang di internet.
4. Klik Tombol Create Repository
Setelah semua informasi diisi, periksa kembali semua detail untuk memastikan keakuratannya. Jika sudah benar, klik tombol "Create Repository" untuk menyelesaikan proses pembuatan repository. Anda sekarang memiliki ruang untuk menyimpan file-file website Anda.

C. Persiapkan File Website Anda
Sebelum melakukan upload, pastikan semua file website Anda sudah siap. Ini termasuk file HTML, CSS, JavaScript, serta file gambar atau dokumen lain yang diperlukan. Sebaiknya, susun file-file tersebut dalam struktur folder yang terorganisir untuk memudahkan pengelolaan dan akses di kemudian hari. Misalnya, Anda bisa memiliki folder untuk CSS, folder untuk gambar, dan folder untuk JavaScript. Dengan cara ini, Anda dapat menjaga agar repository tetap rapi dan mudah dipahami.

D. Upload File Website ke Repository GitHub
1. Buka Repository yang Telah Anda Buat
Navigasi ke halaman repository yang baru saja Anda buat. Di halaman ini, Anda akan melihat tampilan kosong yang menunjukkan bahwa belum ada file yang di-upload. Anda siap untuk mulai menambahkan file ke repository.
2. Klik Tombol Add File
Pada halaman repository, cari tombol "Add File" dan klik untuk melihat opsi yang tersedia. Dari dropdown yang muncul, pilih "Upload Files". Ini akan membawa Anda ke halaman upload file.
3. Upload Semua File Website Anda
Dalam halaman upload, Anda dapat menyeret dan melepaskan semua file website Anda ke dalam area upload. Pastikan untuk menyertakan file utama seperti index.html, yang merupakan titik awal untuk website Anda, serta semua file lainnya yang diperlukan agar website dapat berfungsi dengan baik.
4. Klik Tombol Commit Changes
Setelah semua file di-upload, gulir ke bawah dan isi kolom "Commit changes" dengan deskripsi singkat tentang perubahan yang dilakukan. Ini akan membantu Anda dan orang lain memahami apa yang telah ditambahkan ke repository. Setelah itu, klik tombol "Commit changes" untuk menyimpan perubahan dan mengonfirmasi upload file.

E. Aktifkan GitHub Pages
1. Buka Repository Anda
Kembali ke halaman repository Anda, di mana semua file telah di-upload. Pastikan semua file yang diperlukan sudah ter-upload dengan baik.
2. Klik Tab Settings
Temukan dan klik tab "Settings" yang terletak di bagian atas halaman repository. Ini akan membawa Anda ke halaman pengaturan untuk repository tersebut.
3. Scroll ke Bawah hingga Menemukan Bagian GitHub Pages
Pada halaman Settings, gulir ke bawah hingga menemukan bagian yang bertuliskan "GitHub Pages". Di sini Anda akan melakukan pengaturan untuk mengaktifkan halaman GitHub.
4. Pilih Source
Pada bagian "Source", pilih "main branch" dan pastikan folder yang dipilih adalah root ("/") untuk mengakses file yang telah di-upload. Ini penting agar GitHub dapat menemukan dan menampilkan file HTML Anda.
5. Klik Save
Setelah memilih sumber, klik tombol "Save" untuk mengaktifkan GitHub Pages. Tunggu beberapa saat hingga website Anda aktif. Biasanya, pemberitahuan akan muncul di bagian atas halaman jika pengaturan berhasil disimpan.

F. Akses Website Anda
Setelah GitHub Pages diaktifkan, website Anda akan dapat diakses secara publik melalui URL berikut:

https://alifmursalin00.github.io/nama-repository/

Gantilah nama-repository dengan nama repository yang telah Anda buat untuk mengakses website Anda. Pastikan untuk menguji semua tautan dan fungsionalitas untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik. Anda juga bisa membagikan URL ini kepada teman atau kolega agar mereka dapat mengakses website Anda. Dengan langkah-langkah di atas, Anda berhasil meng-upload website ke GitHub Pages dengan sukses!
55 changes: 43 additions & 12 deletions _posts/2015-04-18-dummy4.md
Original file line number Diff line number Diff line change
@@ -1,17 +1,48 @@
---
layout: post
title: "Dummy Post 4"
date: 2015-04-18T14:25:52-05:00
author: Ben Centra
categories: Dummy
tags: ipsum
title: "QUIZ SISTEM PARALEL DAN TERDISTRIBUSI (LAPORAN 4)"
date: 2024-09-20
author: Alif Mursalin
categories: Laporan
---

This is just a dummy post. Lorem ipsum and all the rest.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod
tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,
quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo
consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse
cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non
proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

PEMBAHASAN

1. Dari manakah Mikrotik berasal?
Mikrotik berasal dari Latvia, sebuah negara di Eropa Utara. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1996 dan terkenal dengan produk-produk jaringan seperti router dan perangkat lunak manajemen jaringan.

2. Apa tipe Mikrotik yang dipakai di lab?
Tipe Mikrotik yang dipakai adalah Mikrotik RB391-2nd. Tipe ini kemungkinan adalah salah satu varian dari RouterBoard, perangkat keras Mikrotik yang umum digunakan dalam pengujian dan pengelolaan jaringan di laboratorium atau lingkungan belajar.

3. Apa parameter pada halaman awal Winbox?
Pada halaman awal Winbox, beberapa parameter utama yang ditampilkan meliputi:

MAC Address: Alamat fisik perangkat Mikrotik.
IP Address: Alamat IP yang terkonfigurasi pada perangkat.
Identity: Nama atau identitas perangkat Mikrotik.
Version: Versi firmware atau RouterOS yang digunakan.
Uptime: Lama waktu perangkat berjalan sejak terakhir kali di-restart.
4. Sebutkan menu yang ada di Winbox?
Menu utama yang ada di Winbox meliputi:

Interfaces: Untuk konfigurasi port jaringan.
IP: Berisi konfigurasi terkait IP Address, Routes, Firewall, DNS, dll.
Bridge: Untuk pengaturan bridge jaringan.
Wireless: Pengaturan untuk jaringan nirkabel.
Queue: Manajemen bandwidth atau antrean lalu lintas jaringan.
Routing: Pengaturan routing di jaringan.
System: Pengaturan umum sistem, seperti identitas, waktu, reboot, dll.
Tools: Berisi alat-alat untuk manajemen dan monitoring jaringan, seperti ping, traceroute, bandwidth test, dll.
Logs: Menampilkan log aktivitas sistem.
5. Konfigurasi Mikrotik apa saja yang diketahui?
Beberapa konfigurasi Mikrotik yang umum meliputi:

IP Address Configuration: Menetapkan alamat IP pada antarmuka router.
NAT (Network Address Translation): Untuk menerjemahkan alamat IP dari jaringan lokal ke alamat IP publik.
Firewall Configuration: Membuat aturan keamanan untuk membatasi atau memperbolehkan lalu lintas jaringan.
DHCP Server Configuration: Mengatur router sebagai server DHCP untuk mendistribusikan alamat IP secara otomatis.
Static Route Configuration: Menambahkan rute manual untuk jalur lalu lintas tertentu.
Wireless Configuration: Mengkonfigurasi router untuk berfungsi sebagai access point atau client nirkabel.
Bandwidth Management (Queue): Mengatur pembatasan kecepatan atau prioritas lalu lintas jaringan.
Loading