Dokumen ini berisi rencana pengembangan aplikasi dari kondisi saat ini menuju produk yang lebih matang dan lengkap.
- Register & login dengan JWT
- CRUD task per user (title, description, status)
- Filter task berdasarkan status
- PostgreSQL dengan Docker Compose
- Deploy ke Render
Prioritas: Tinggi. Fondasi yang kuat sebelum menambah fitur.
- Unit test untuk controller dan model (Jest + Supertest)
- Integration test: register → login → CRUD task end-to-end
- Test coverage minimal 80%
- Validasi input yang lebih ketat (panjang password, format email) — pakai
zodataujoi - Error handling terpusat yang konsisten di seluruh endpoint
- Tambah try-catch di semua controller (saat ini unhandled rejection bisa crash server)
- Tambah
.gitignoreyang proper (saat ininode_modulesmungkin ter-track) - ESLint + Prettier untuk konsistensi kode
-
npm run lintdannpm testdi CI (GitHub Actions) - Logging yang lebih baik (pakai
pinoatauwinston, bukanconsole.errormentah)
Prioritas: Tinggi. Membuat aplikasi lebih berguna secara nyata.
- Label / Tag — beri label bebas pada task (e.g. "urgent", "personal", "work")
- Prioritas — field
priority:low,medium,high - Due date — deadline task, lengkap dengan filter
?overdue=true - Urutan / reorder — user bisa atur urutan task secara manual
- Full-text search pada title dan description (
?search=kata-kunci) - Filter kombinasi (
?status=pending&priority=high&label=work) - Pagination — saat ini semua task diambil sekaligus; tambah
?page=&?limit=
- Sistem migrasi yang proper (pakai
node-pg-migrateataudb-migrate) — saat ini hanya satu file SQL yang dijalankan ulang - Seed data untuk development
Prioritas: Sedang. Penting untuk pengalaman user yang lebih baik.
- Update profil — ganti email dan password
- Hapus akun — beserta seluruh task (sudah di-handle oleh
ON DELETE CASCADE) - Refresh token — saat ini token expired = harus login ulang
- Logout — token blacklist sederhana (Redis atau database)
- Role-based access control (RBAC) — saat ini kolom
roleada tapi belum digunakanadminbisa lihat semua user dan task
Prioritas: Sedang. Mengubah app dari personal menjadi tim.
- Workspace / Project — kelompokkan task dalam satu project bersama
- Invite anggota — undang user lain ke dalam project
- Assign task — assign task ke anggota tertentu
- Komentar task — diskusi dalam setiap task
- Notifikasi — email atau in-app notification saat di-assign atau ada update task
Prioritas: Rendah. Membuka ekosistem di sekitar API.
- Versioning — prefix
/api/v1/agar tidak breaking saat ada perubahan besar - Rate limiting — cegah abuse (pakai
express-rate-limit) - API key — selain JWT, support API key untuk akses programatik
- OpenAPI/Swagger docs — dokumentasi interaktif yang auto-generate dari kode
- Webhooks — kirim event ke URL eksternal saat task dibuat/diupdate/dihapus
- Containerize full stack (app + postgres) dalam satu
docker-compose.yml - Health check yang lebih informatif (versi DB, uptime, koneksi aktif)
- Graceful shutdown — tutup koneksi DB sebelum proses mati
- Environment staging terpisah dari production
- Recurring task — task yang otomatis muncul lagi setiap minggu/bulan
- Subtask — task bisa punya children task
- Attachment — upload file ke task (S3 / Cloudflare R2)
- Dashboard & Analytics — statistik produktivitas (task selesai per minggu, dll.)
- Mobile-friendly — API sudah REST, tinggal buat frontend mobile (React Native / Flutter)
- Integrasi pihak ketiga — Slack, Telegram bot, Google Calendar
Fase 1 (Testing + DX)
└─> Fase 2 (Fitur Task)
└─> Fase 3 (Manajemen Akun)
└─> Fase 4 (Kolaborasi)
└─> Fase 5 (Platform)
Selesaikan Fase 1 dulu sebelum menambah fitur apapun — bug yang ditemukan di production jauh lebih mahal daripada menulis test dari awal.